Asplenium Nidus – Paku Sarang Burung

by on July 24, 2012


Asplenium-Nidus-Paku-Sarang-Burung

SEKILAS TENTANG

Paku sarang burung atau Asplenium nidus merupakan jenis tumbuhan paku populer sebagai tanaman hias halaman. Orang Sunda menyebutnya kadaka, sementara dalam bahasa Jawa dikenal dengan kedakah. Walaupun dalam artikel ini paku sarang burung disamakan dengan A. nidus hasil penelitian terakhir menunjukkan kemungkinan revisi, bahwa paku sarang burung mencakup beberapa jenis berkerabat dekat namun berbeda. A. australasiaticum juga sering dianggap sebagai paku sarang burung.

Dari pengetahuan D2 Landscape jenis asplenium yang sering dipelihara oleh masyarakat yaitu Asplenium nidus. Tetapi para pecinta tanaman hias yang fanatik merasa kurang puas dengan jenis ini. Saat ini para pemulia sedang mengembangkan paku sarang burung yang unik dan langka. Dengan perlakuan mutasi, anakan yang terjadi dapat menghasilkan jenis variegata dan cristata. Persilangan antar jenis dapat menghasilkan hibrida baru. Hasil perlakuan mutasi bersifat temporer. Jika orang tak pandai memelihara paku sarang burung ini, sifatnya mudah berubah. Tanaman yang terjadi dari hasil mutasi cenderung akan kembali lagi pada sifatnya yang asli. Hasil persilangan bersifat permanen. Hibrida ini yang diharapkan oleh penggemar paku-pakuan.

Kami d2landscape telah menyediakan berbagai tanaman hias dan salah satunya adalah tanaman Paku Sarang Burung ini. Silahkan anda menghubungi kami jika ingin mengorder. D2landscape juga menyediakan maintenance jasa tukang taman.

Klasifikasi

Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas Pteridopsida
Sub Kelas Polypoditae
Ordo Polypodiales
Famili Aspleniaceae
Genus Asplenium
Spesies Asplenium nidus Linn.

Nama Asing                : Pakpak-lauin (pilipina), Ootaniwatari (jepang)

Nama Indonesia        : Paku sarang burung, kadaka (Sunda)

 

 

 

DESKRIPSI TANAMAN

Deskripsi/Keterangan

Daun panjang 150cmlebar 20cm
  • menyerupai daun pisang
  • Peruratan daun menyirip tunggal
  • Warna helai daun hijau cerah, dan menguning bila terkena cahaya matahari langsung
  • Spora terletak di sisi bawah helai, pada urat-urat daun, dengan sori tertutup semacam kantung memanjang
Batang
  • Tidak begitu terlihat, karena sangat pendek dan berbentuk rimpang yang beraada di dalam tanah.
Akar
  • Akar serabut berupa rizoma yang ujung-ujungnya dilindungi oleh kaliptra.

PENYEBARAN

  • Penyebaran alaminya adalah di sabuk tropis Dunia Lama (Afrika Timur, India tropis, Indocina, Malesia, hingga pulau-pulau di Samudera Pasifik.
  • Paku sarang burung cocok ditempatkan pada tempat yang memiliki tingkat kelembaban dan curah hujan yang tinggi.

 MANFAAT

  • Sering digunakan sebagai tanaman hias.
  • Dapat juga digunakan sebagai tumbuhan penghasil obat-obatan.
  • Dapat dijadikan sebagai bahan pelengkap makanan/ sayuran untuk di makan.
  • Tumbuhan paku sarang burung juga sering di jadikan sebagai pupuk hijau.
  • Dan daun dari tumbuhan paku sarang burung bisa di jadikan hiasan tamjbahan untuk karangan bunga.

TIPS D2 LANDSCAPE untuk PERAWATAN Asplenium Nidus atau Paku Sarang Burung

  • Perawatan asplenium boleh dikatakan mudah. Tanaman ini membutuhkan tempat yang lembab, basah dan ternaungi.
  • Dalam perawatan asplenium sebaiknya menghindari terpaan langsung sinar matahari.
  • Daun yang terkena terpaan sinar matahari langsung akan terlihat terbakar.
  • Daun akan berwarna kuning hingga akhirnya coklat dan mati.
  • Pemberian bahan organik diperlukan untuk menambah nutrisi.
  • Bahan-bahan organik seperti seresah daun, sabut kelapa dan merang dapat dipakai oleh para hobiis dalam perawatan asplenium.

 

4.5 / 5 stars     

Artikel ini ditulis oleh Fion Steven

Yang telah menulis 138 Artikel dalam Web-Blog D2Landscape – Jasa Pembuatan Taman di Bali.

Nama lengkapnya Fion Steven Big, pemilik resmi situs birojasabali.com, melalui blog ini mencoba berbagi Informasi serta menawarkan Jasa seputar Pembuatan dan Perawatan Taman... read more

Leave a Comment

Previous post:

Next post: